Mulai muncul kepananikan dalam diriku.. Bokep Montok Wuih hebat juga lemari ini ternyata bukan sekedar lemari tetapi juga berfungsi sebagai pintu pikirku.Aku tersenyum kepada lelaki yang baru keluar dari “lemari” tersebut, kutaksir umurnya sekitar 50 tahun dengan rambut agak tipis mendekati botak namun cukup tampan tetapi tetap keturunan timur tengah seperti Fahmi.“Fahmi, masih banyak pelamar?” tanyanya dengan suara berat kepada fahmi tapi matanya sama saja dengan fahmi menatap tajam ke arah dadaku. Ohh iya aku ada ide untuk menolak pekerjaan ini tanpa menyakiti hatinya..“Bagaimana dengan gajinya Pak?” tanyaku.“Hmm kamu cerdas.. Ahh nikmat sekaliKurasakan kepala penis Abang di tarik sedikit.. Saya pasti akan lakukan tugas saya untuk membuat tamu senang” kataku kembali tenang.“Anak baik.. Crett.. Wahh tinggiku cuma seketeknya.. Berhadapan langsung dengan penis si Abang yang tegang dengan angkuhnya.Dan..Deekk..




















