Tomo mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya.“Ahh..”Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku.“Panas..badanku terasa panas..Tomo..” pikirku dalam hati.Tomo melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat.“Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Tomo berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius.“Hmm..kamu menyukainya bukan? Kemudian berteriak,“Kenapa??!! Bokep Cina Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Aku takut dibenci. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Marah yaa? Mukaku terasa panas. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana. Tomo melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu.“Tomo marah..”, pikirku.Aku pun merasa ketakutan.




















