Perasaan Fenty jadi gelisah.Sejak saat itu Fenty secara sadar arau tidak selalu memperhatikan gerak gerik Papanya. Bokep Montok Nanti Mama tahu,” kata Fenty sambil bangkit dan menarik tangan Papanya ke kamar belakang.Papanya menurut mengikuti Fenty. “Fenty sayang Papa…” bisik Fenty sambil tersenyum. Fenty mengangguk.“Sekarang tidurlah,” kata Papanya sambil mencium bibir Fenty mesra.Besok harinya sesuai dengan rencana, Fenty dijemput di kampus.“Mau makan siang dimana?” tanya Papanya.“Tidak usah makan siang, Pa…” kata Fenty manja.“Langsung saja…” kata Fenty tersenyum. “Fenty sayang Papa…” bisik Fenty sambil tersenyum. Setelah beberapa menit, telinga Fenty menangkap suara ranjang berderit berulang-ulang. Waktu kita sedikit sayang. Setelah beberapa lama, tubuh Papanya bergetar lalu… Crott! Siang itu Fenty dan Papanya dengan liar bersetubuh bermandi peluh dan desahan serta jeritan kenikmatan.




















