“Kau sudah pulang, Sapto?”. Aku ngompol? Film Porno Tanpa apa-apa. Mengeluarkan sapi dan menambatkannya di kebun belakang rumah, lalu kemudian mengisi bak mandi. Tanda kamu sudah dewasa”. Erangannya berubah menjadi jerit tertahan. Dia tidak melarang. Sejak malam itu, setiap malam aku melakukan hal itu. Otakku terbakar! Mana bisa. Suatu rasa yang tak pernah aku rasakan sebelumnya.Aku masih terus mengintip, sampai akhirnya Kak Tina tampak terlonjak-lonjak dari tempat tidur. Malu.Namun pengalamanku hari itu dengan Kak Tina membuat aku tambah penasaran mengenai seks. Aku agak risih saat tangannya menyentuh kejantananku. Ini bacaan orang besar”. Sepasang putingnya melesak di balik daster tipisnya. Dalam tidur aku bermimpi. Malam-malam, kalau Kak Tina tidur, aku menjelajahi tubuhnya. Aku terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan ludah. Bau tubuh Kak Tina memang aneh, agak-agak sangit.










