“Terima kasih, Mas Joe.”
“Untuk apa?”
“Karena telah mau menemani Mikha.”
Aku hanya diam. Gak ada yang mau ngantarin nih.”
Aku pun mengangguk. Bokeb Di antara teman-temannya, dia yang paling menonjol. Mikha cuma mengangkat tinjunya, tapi matanya kulihat mengedip. Sambil merokok, dia tampak lebih rileks, kakinya tanpa sadar telah nemplok di dashboardku. Bergabung dengan mereka. “Terima kasih, Mas Joe.”
“Untuk apa?”
“Karena telah mau menemani Mikha.”
Aku hanya diam. Saat aku kembali, gerombolan Mikha masih ada di sana. “Aahh Mas Joe…, agak cepet lagi sedikit goyangnya…, saya kayaknya udah mau keluar nih…”
Mikha mengangkat kakinya tinggi, melingkar di pinggangku, menekan pantatku dengan erat dan beberapa menit kemudian semakin erat…, semakin erat…, tangannya sebelah menjambak rambutku, sebelah lagi mencakar punggungku, mulutnya menggigit kecil telingaku sebelah kanan, lalu terdengar jeritan dan lenguhan panjang dari mulutnya memanggil namaku.




















