Seperempat jam kemudian setelahnya, kami sudah saling bercanda tentang setiap orang yang menghadiri resepsi tersebut. Bokep Colmek Kupandang ia dengan hasrat yang menggebu. Dengan alis berkerut kugelengkan kepalaku. Katanya, “Help me?”
“Ahh,” desahku, lalu mengulurkan kedua lenganku, menyusupkannya ke balik pinggulnya, berusaha mencari pengait span yang ia kenakan. Kegelian bercampur kenikmatan membuatku terbang ke awang-awang imajinasiku. Kupikir akulah si keledai dungu itu, yang mengaku sudah pernah bercinta, ternyata seperti anak kecil di atas tempat tidur. Semua kesan romantisme hilang dalam sekejap. “Aku tak suka.”
Tapi seolah tak mendengarku, jemarinya meraih batang kemaluanku. Saat aku bergerak hendak bergeser, jemarinya meraih lenganku.




















