Tapi aku takut untuk jatuh cinta lagi.Hampir pukul satu malam, Bagas mengajak untuk pulang. Bagas mengantarku ke kamarku, di depan pintu dia hanya menatapku tanpa bicara apa pun. Sex Bokep Seorang yang berdasi biru berkata ke temannya, “Wah yang ini pasti blasteran”. Dia sedikit menemukan kesulitan dalam membuka bajuku, mungkin karena terlalu rumit.Setelah berhasil membuka baju atasku dia meremas buah dadaku sambil mencari bibirku. Dengan tertawa aku berkata bahwa aku tidak marah, karena tidak ada alasan untuk itu.Tetapi aku tidak memberikan langsung nomor teleponku, aku hanya memberitahu bahwa aku bekerja di salah satu stand di salah satu hall. Tak lama kemudian dia kembali lagi sambil membawa 2 kantong kertas yang berisi makanan. Dan secara otomatis aku harus mencari biaya hidup sendiri, karena aku tidak mau membebani mama dengan biaya hidupku.Untung aku cepat mendapat pekerjaan yang layak, yang




















