“Oh *******, lebih keras lagi dong!” perintah istriku. Bokep Mama Tak kulakukan apa pun, selain hanya melihat. Ini adalah hari dimana aku berharap seharusnya berada di kantor saja. Tapi terkadang dia pergi keluar dengan teman- temannya, tapi dia selalu menghubungiku lewat telepon sebelum pergi. Air mata meleleh membasahi wajahku mengingat segala peristiwa mengejutkan yang baru saja kusaksikan. Hari Rabu, pekerjaanku di kantor selesai lebih awal, dan ingin pulang dan mengajak Erni keluar untuk menebus semua waktuku untuknya.Aku meninggalkan kantor sebelum jam makan siang dan memberitaukan pada sekretarisku bahwa aku tidak akan kembali ke kantor lagi hari ini. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu!” Dia memandang tajam ke arahku.




















