Aku tersenyum aja mendengarnya. Aku segera bangkit. Bokep Cina Sesekali kusedot dengan keras.“Ahh.!” Mbak Diah berteriak kecil.Aku melirik ke payudara yang sebelah kanan. Kupandangi sejenak payudara Mbak Diah yang sedari tadi belum kusentuh sama sekali. Pada waktu itu aku kuliah di sebuah di salah satu Perguruan Tingi Swasta di Lombok.Aku ambil cuti kuliah untuk bekerja di sebuah radio swasta yang sudah terkenal di kota itu. Tidak ada perlawanan dari Mbak Diah. Matanya sayu menatapku. Tanganku kubiarkan bebas menggantung. Kutarik kontolku pelan-pelan, dan kuhunjamkan lagi ke dalam memek Mbak Diah tapi dengan gerakan yang sangat pelan. Pekerjaannya sangat sederhana yaitu merekam lagu, membuat iklan radio, dan mempersiapkan segala hal yang sifatnya off-air.Pemilik radio itu namanya Bapak Wirata!




















