sementara tetap di ruang depan , Tika tidak melakukan perlawanan apapun saat Panji melucuti seluruh pakaiannya , entah pasrah , entah takut mengalami faktor yg sama seperti kakaknya alias terbukti telah terangsang. Bokeb Panji tersenyum penuh kemenangan lalu mengatakan ,
“tenang saja , tidak ada yg wajib matikali ini, asal kalian berdua menuruti semua perintahku “
Panji terus mendekati Tika yg terduduk pasrah, khawatir bakal keselamatan kakaknya , Tika tidak melakukan perlawanan saat Panji meraba raba sekujur tubuhnya , jemari Panji membelai pelan paha mulus Tika seolahsedang mengelus karya seni yg sangat mahal. “dan …sekarang saatnya kakakmu mempertanggung jawabkan semua lakukanannya..” lanjut Panji. tangan Panji bergerak ke atas menuju tonjolan di dada Tika yg sedari tadi merangsang kelekakiannya, di remas remasnya bergantian kedua toket gadis remaja itu , terasa empuk menjanapabilan suatu kenikmatan yg tiada tara.




















