Ku pikir toh tak ada bedanya kalau aku juga lagi memegang ‘payudaraku’ sendiri. Orang bilang, mungkin ini yang di sebut Post-powersyndrome. Bokep STW Benar dugaanku, Mbak Sekar, segera beringsut menggapai tubuhku yang memang kurasa agak mulai merinding terserang hawa dingin. Aku suka berlama-lama di situ bermain-main dengan menarik-narik daging kecil yang tadi sempat kupelintir. Hingga di usiaku yang ke lima tahun, aku sudah terlihat seperti anak SD kelas 4, dalam hal kemampuan akademik. Sesampai di rumah, ku lihat Nenek sudah tampak rapi bersiap untuk segera pergi. Pertama-tama, tentu saja, aku berusaha menyingkapkan kain yang menutupi separuh betisnya hingga ke perutnya. Kedua tangannya mulai bergerak merangkul bahuku, dan menekan tubuh mungilku ke tubuhnya. “Uuh.. Meski bukan barang baru yang ingin ku tuturkan, setidaknya bisa sedikit meluruhkan rasa sesal dan kekalutan yang selama ini terus menteror nurani.




