Memangnya rumahku di mana?” sahut Annisa dengan suara manjanya yaang khas.“Tapi aku sempat lewat kemari beberapa kali, An. Bokeb Yaang ada sekarang adalah perempuanperempuan cantik yang tidak bisa lgi menghargai kesakralan cinta.Bahkan tidak sedikit di antara mereka yaang menjadikan cinta sebagai media mencari kepuasan diri & materi. Kali mi Andhika hendak menelusuri gadis itu di sejumlah komplek perumahan. Dedaunan di pohon-pohon mangga yaang tumbuh sana tampak basah oleh gerimis yang turun malu-malu & atas langit.Mata Andhika tiba-tiba tèrtumbuk pada kursi anyaman bambu yaang ada di bawah pohon mangga di ujung pekarangan.Ingatannya melayang pada kenangan masa silam. Sedemikian istimewakah seorang Annisa sehingga membuat pria itu kasmaran berat kepada gadis itu?“Aku menyintaimu bukan karena kamu cantik, An,” tutur Andhika suatu ketika kepada Annisa, “Tetapi ada sesuatu dlm dirimu yang membuat aku tertarik kepadamu. Pernah Ia coba mencari melalui




















