Emang sempat dibaca semua, ya Pak?”. Aku menjawab, “Ah, nggak iseng aja. Bokep Cina Tumben, ada apa, kok datang sendirian?”. Di situlah kami berdua saling bergantian membersihkan tubuh dan akupun tak canggung lagi ketika Pak Freddy menyabuni vaginaku yang memang di sekitarnya ada sedikit bercak-bercak darah yang mungkin luka dari selaput daraku yang robek. Tampak Pak Freddy tersenyum dan aku berpura-pura minta maaf. Setujuu..”.Ketika Pak Freddy mengambil posisi untuk duduk langsung aku mendekat karena memang aku senang akan kegantengannya dan kontan teman-teman ngatain aku. Mungkin Pak Freddy menganggap aku setuju dan langsung dia mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar dan duduk di hadapan vaginaku. Maa..aa..aaf, ya, Pak”.Pak Freddy hanya tersenyum saja, “Ya. Emm.., Majalah jorok”. Di dalam hati aku tertawa karena sudah bisa mempengaruhi pandangan Pak Freddy.




















