Tapi ada syaratnya..,” jawabnya.“Apa dong syaratnya..?” tanyaku penasaran.“Gampang saja.., aku ingin punya anak, aku ingin kamu membantu aku agar aku hamil..!”“Oke deh.. ohh.. Vidio Sex kamu tau kan aku. Diikkii.. Maka aku memanjat tubuhnya dan melebarkan kangkangan kedua paha Ivone sambil memposisikan penisku di depan vaginanya. (padahal aku seringnya ke hotel ‘PK’ yang masih satu jalur, hanya lebih di atas), kenapa emang..?” aku balik bertanya.“Enggak, kali aja, kamu mungkin sering bawa pacar-pacar kamu check-in..?” katanya.“Ha.. uh shh.. mending sekarang aja..” jawabku.“Nggak.., soalnya. kamu tau kan aku. Aku mo ngomong tapi aku malu. Ivoon.. Kurasakan kemaluannya berdenyut, Ivone berusaha mengejang, sehingga kemaluanku merasa terpijit-pijit.Selang beberapa saat, kemaluannya rupanya sudah dapat menerima semua kemaluanku dan mulai berair, sehingga ini memudahkanku untuk bergerak. Di kantorku, ada seorang sekretaris kepala divisi Treasury bernama Ivone, berusia 34 tahun telah menikah namun belum




















