“Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi. Dia malah tersenyum. Vidio Bokep Katanya cuma mau merayakannya sama kamu”, kata Tante Maya Iangsung memberitahu. Tapi aku tidak tahu apa arti semuanya itu. sehingga tidak ada selembar benangpun yang masih melekat di sana. Kehangatan tubuhnya begitu terasa sekali.Dan aku menurut saja saat dimintanya berbaring. Aku memang tumbuh menjadi anak yang manja. Selesai makan malam, Linda membawaku ke balkon rumahnya yang menghadap langsung ke halaman belakang.Entah disengaja atau tidak, Linda membiarkan sebelah pahanya tersingkap. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, walau usiaku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indri menikah. Tapi aku sama sekali tidak tertarik padanya. Aku coba untuk menuruti keinginannya tanpa ada perasaan apa-apa.“Ke kamarku, yuk…”, bisik Linda mengajak. Aku memang tidak mengerti dengan kekecewannya. Keharuman yang tersebar dari tubuhnya




















