hh”“Ohh, Di.. Bokeb Berarti keadaan kami sekarang hanya masing masing tinggal celana dalam saja. Dan aku rasa Kharis pun mengetahui hal itu, dan dia mulai meracau lagi,“Oh Ardi.. Aqu masih ngekost namun sudah tak ada Kharis yg menemani. Sesekali jari aqu bermain pada bibir kemaluannya agak lama setelah dia membuka suara,“Di, jangan nanti aku keterusan.. Sudah menjadi tradisi kantor kami, bahwa satu kamar berdua, dan diatur oleh nomor nomor kamar yg ada. kamu udah nggak boleh lebih dari itu ya..”Ternyata alam sadar Kharis masih ada, dia masih ingat bahwa kita hanya boleh peting. Aku pun tak mo kalah sembari memompa aku bertanya,” Kharis.. Dan tak diduga respon dari Kharis, “bOleh juga tuh Di, aku emang butuh itu enak kali yah ngobrol ngobrol kita berdua sampe malem”.




















