“Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Vidio Sex Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya.




















