“Entar kayaknya, bentar lagi. “ Ampun Jun…, Sorry…” kataku tanpa melawan, Jun tdk melanjutkan pukulannya, hanya berguman:
”Jadi elu tuh yg selama ini suka ngintip!” sambil berbicara sambil satu tangannya menarik telingaku dengan keras, sehingga aku merasa kesakitan dan berusaha mengikuti kearah mana kupingku ditariknya. Bokep Arab Plaakkk… tamparan tangannya mendarat di mukaku. “Ray… “ sapaku,
“Ngapain…” belum sempat kulanjutkan pertanyaanku, tapi Ray yg kaget buru-buru membalikkan badan, dan duduk dilantai sambil menutup bibirnya dengan telunjuk mengisyaratkan aku agar diam. Beberapa hari berikutnya, aku sudah mulai melupakan cerita itu, sore itu aku pulang dan baring-baring dikamar, karena panas aku hanya pake celana dalam, dan bahkan tdk pakai kaos, tiba-tiba saja Jun sudah berdiri di pintu kamarku yg sedikit terbuka. Setelah bertelungkup dan menjulurkan kepalaku ke bawah maka pemandangan indahpun aku dapatkan.




















