Cairan yang keluar dari vagina Ida bercampur sedikit dengan darah. “lengakap banget,..hobby nonton ginian yah?” tanyaku sambil melihat-lihat koleksi kasetnya.“eh, ini punya temen kantor aku lagi,..nonton sih sering tapi kalo punya koleksi sebanyak ini….enggak deh” jawab Ida
“gue kira lo hyper “ kataku bercanda
“eh hyper juga asik tau, bisa siap setiap saat” sambungnya sambil tertawa dan terus mencari sebuah kaset yang menurutnya sangat bagus
“nah ini dia akhirnya ketemu.” Ujar Ida sambil merapihkan kaset-kaset lain yang berantakan di atas sofa di ruang tv.“nontonnya di kamar aja, supaya kalau capek bisa langsung tidurr” sambung Ida
“emangnya kita mau nyangkul? Vidio Bokep gue cuma bingung aja tadi, mau nanggepinnya gimana” balasku, perlahan mulai ku sadari bahwa tidak ada jalan keluar lain selain membicarakan semua masalah dengan baik-baik
“ya udah, kalo gitu gue tidur duluan yah..”sambung Ida dengan senyum manis di wajahnya.




















