Tapi kemudian mereka juga berbisik-bisik dan tertawa menghinaku. Bokep China Semenit kemudian, dia sudah berdiri di belakangku.Dia lalu mendekatiku dan berkata, “Hei budak, kamu adalah milikku dan saat ini aku ingin sekali menyiksa kamu. Setelah dekat dan melihatku, mereka bersorak-sorak ramai mengejekku dengan kata-kata kotor. Kalau tidak, aku akan ditinggalkan selamanya di hutan tanpa pakaian. Dia lalu memindahkanku ke kamar tidur. Aku menuruti perintahnya. Sedangkan Nyonya Hana, dia memiliki hak penuh untuk melakukan apa saja yang disukainya kepadaku. Dia pergi ke arah kota untuk minum-minum di kafe. Saat itu aku sudah mulai ketakutan.“Ampun, Nyonya.., ampun. Tapi kemudian mereka juga berbisik-bisik dan tertawa menghinaku. Aku hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi berikutnya.Tiba-tiba. Rasanya seperti di neraka. Nyonya Hana meraba seluruh tubuhku dan membuatku semakin terangsang.Di tengah permainan itu, dia berhenti.




















