Lama kelamaan, aku merindukan lagi kehangatan tubuh wanita. Film Porno Usinya pun paling 16 tahun. Kupendam saja kekuranganku, dan aku berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan diriku lagi.Benar sekali. Disamping suaminya selalu bersikap baik, aku pun menjaga imej. Klasik. Bukan sih. Kutatap wajahnya dengan penuh perasaan. Dan memang tak jauh beda dengan Wiwi. Aku yakin, memang aku perkasa. Bukan hanya dengan Wiwi. Bahkan dari perbincangan singkat sebelum memulai permainan, aku bisa mengetahui kalau Ayu itu seorang janda yang disakiti oleh mantan suaminya. Tapi bukan mencari kunci atau membeli rokok. Dia menatapku dengan pandangan yang penuh tanda tanya. Kuanggap sebagai banyolan atau rayuan sandal jepit saja. Kali aja ketinggalan di sana Kataku sambil melangkah, meninggalkan Teh Ana yang masih berdiri di depan pintu. Kalau pun ada satu dua orang, mereka lebih memilih diam di dalam kamar sambil nonton tivi.




















