aku berbuat seperti itu bukannya kenapa tapi aku cemburu setiap melihat kami bersama pria-pria mesum itu..” Akupun terkejut.Tanpa berkata apa-apa Biyan kembali melanjutkan perkataanya “Sebenarnya ku tertarik padamu, karena itu aku mengikutimu selama ini dan ternyata kami bekerja di club itu.. Seharian aku menunggu kekasihku di stasiun ini, tapi dia belum muncul juga. Bokep Montok saaa… yaaaang.. aaaagggghhhh…” Aku tidak menduga kalau BIyan akan begitu cepat menumpahkan permanya dalam memekku, dia agak malu saat kutatap matanya karena kini kontolnya sudah lemas.Dia memelukku sambil berkata “Maaf.. Apalagi kini aku juga bisa di bilang modis di dalam berpenampilan, sungguh aku lihat diriku sendiri jauh ketika baru saja menginjak pertama kali kota besar ini.Namun karena pengaruh dari kota besar juga akupun terperangkap dalam dunia malam, sering pulang dari kerja aku bersama temanku dugem dulu. Aku peluk dan berkali-kali aku kecup




















