“Pri…bunda ingin kamu jawab sejujur- jujurnya ya,” kataku sambil menepuk lutut Prima yang saat itu mengenakan celana pendek abu-abu dan baju kaus oblong putih. Dan seolah tak mendengar apa-apa. Bokep Crot Kucuci perutku sampai bersih. Lalu terdengar suaranya ragu,
“Kalau saya berterus terang, pasti Bunda marah.”
“Gak,” sahutku,
“bunda janji, kamu ngomong apa pun bunda takkan marah.” Prima menatapku, masih bersorot sangsi. Tapi kenapa sikapnya harus berubah drastis, menjadi pendiam dan pemurung seperti itu ? Lagipula aku ini bukan ibu kandung Prima…! Lagipula aku ini bukan ibu kandung Prima…! Dan nafas Prima mulai terdengar tak beraturan. Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi handle pintu kamarku diputar. Tanganku berminyak-minyak, perutku juga berlepotan air mani anak tiriku, sehingga aku merasa perlu membersihkannya. Dan terdengar suaranya sendu,
“Bunda…maafkan saya, Bunda…” Aku agak kaget.




















