Tiba-tiba Darta semakin mempercepat pompaannya. “Lu serius, Ta? Bokep Family Kalau secara langsung, jelas istri gua kagak bakalan mau,” jawabnya. Ia sangat marah tampaknya. Pintu kamar, tampak masih terbuka. Tubuhnya menggairahkan. Begitupun Mila. “Lu serius, Ta? Kupompa lebih cepat lagi. Tetapi aku semakin bernafsu. Tidak lama kemudian, terdengar suara Mila yang datang. Pluk, pluk, pluk.. “Mila, aku punya hutang pada kawanku. Oh..” Hanya itu yang keluar dari mulut Mila, karena mulutnya disumpal oleh mulut Darta. Konvensional. Bles..! Konvensional. Tentu saja Mila terpekik kaget. Kugigit pelan lehernya. Dan Darta mengatakan kalau aku sudah pulang, karena ada ditelepon sama bos-ku.




















