tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok. Bokep Japan Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku.




















