Dan ketika orgasme kedua itu sampai, aqu menjerit histeris sembari mempererat pelukanku. Aqu dipaksa terus mempercepat goyganku karena merasa sudah mau keluar, makin lama gerakannya makin liar dan eranganku pun makin tak karuan menahan nikmat yg luar biasa itu. Bokep Jilbab/Hijab aah, rasanya ingin menagis saja tapi air mataqu tak ada yang keluar. Sejenak melihat Om Lamhok berdiam diri, tapi lagi dia terlihat seperti mengungkapkan badanku dalam dalam.“Mhmmm..itu hal yg mudah, kamu bisa mendapatkan uang itu tanpa harus meminjam… tapi harus ada ketidakseimbangannya… “kata Om Lamhok sembari berkedip nakal.“Saya tidak mengerti, ketidakseimbangan apa yg Om Maksudkan?” kataqu agak serius.“Begini, Om Lamhok akan memberikan uang sejumlah itu tanpa meminjam, tetapi sebagai ketidakseimbangannya beri aqu keperawananmu.” kata Om Lamhok singkat sembari tersenyum kurang ajar.




















